The place is just like usual old resto. Not too big yet not too small. I ordered some food, bihun, kwetiaw, and noodles. It has stocks chicken as itโs soup. All food used the same soup for the based soup.
I love the taste of bihun. Itโs tasteful & has crisp texture which made me surprised because it just like how bihun on my hometown taste like. Good combination on the flavor because it has minced chicken on the top.
Chicken noodles with meatball has nothing special taste, but still can comfort my tongue. The meatball has so-so flavor but still match with the noodles.
Kwetiaw taste good. Has smooth textured just as what I expect. And the perfect combination is the dumpling (wonton). The dumplings had a flavor, and has chicken as its filler.
But, my first impression is not really good because of the services. I think this place need to fix the services because I need to repeat over and over again my orders because the waiters seemed not focus. It actually made my mood down. But, thanks to the foods, it succeed boost my mood back. ๐
I wish I could come here again to eat the fried rice, got a lil bit curious about...
ย ย ย Read moreMie Jakarta 69 ini adalah favorit saya dulu waktu masih menginjak bangku sekolah.
Yang saya suka dulu adalah porsi mie yang besar dengan daging ayam yang lembut dan banyak, pangsit yang gurih dan renyah, serta porsi es teh jumbo yang sangat menyegarkan diminum di siang hari yang panas.
Bagi saya yang kala itu masih berstatus anak sekolah tentu sangat bersemangat mengumpulkan uang saku demi menikmati semangkuk mie pangsit yang waktu itu tergolong cukup mahal di kantong pelajar seperti saya.
Namun semua itu berubah ketika saya kembali lagi kemari setelah 7 tahun untuk mencoba kuliner kenangan favorit saya ini di penutupan tahun 2022 lalu. Jika harga yang saya keluarkan Rp 27.000 untuk semangkuk mie pangsit sebanding dengan pelayanan kebersihan dan rasa yang membuat lidah nyaman saya kira saya tak ada masalah dengan harga itu.
Tapi, yang saya mau saya ulas disini adalah : Untuk semangkuk mie pangsit, saya harus rela menunggu lama -- tidak ada antrian sebelum saya, ketika saya bertanya karena sudah agak lama menunggu pesanan saya dijawab dengan nada ketus oleh penjualnya (bapak - bapak berkumis) Mie yang saya makan sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Tekstur mie lembek, rasa yang agak asin, daging ayam yang sedikit porsinya. Tidak hanya itu es teh manis saya Rp 5.500 juga tergolong terlalu manis dengan sedikit sekali es batu. Jauh berbeda dengan es teh jumbo saat masih bersekolah dulu. Tarif Parkir disini dikenakan biaya 2000 untuk sepeda motor tergolong mahal mengingat ini jalan satu arah. Suasana rumah makan juga jauh berbeda, dulu bersih dan rapi sekarang terkesan jorok. Saya cukup kaget pertama menginjakan kaki di lantai rumah makan ini, teringat dulu selalu rapi bersih dan tertata tidak seperti sekarang.
Saya rasa untuk semangkuk mie pangsit seharga 27.000 dengan rasa dan pelayanan yang seperti saya sebutkan di atas sungguh tidak sepadan.
Bagi pemilik rumah makan, saya harap Anda dapat memperhatikan kebersihan rumah makan, keramahan pelayanan, serta kualitas dari produk menu yang Anda jual. Sungguh sangat disayangkan jika banyak yang dulu mencintai produk mie Anda kemudian beralih meninggalkan lantaran reputasi. Semoga kedepannya bisa jauh lebih baik lagi...
ย ย ย Read morePro : nothing Cons : taste, price, cleanliness
Price : 2/5 (compare to portion, itโs ezpensive for noodle in Semarang) Taste : 2/5 Cleanliness : 3/5
Tips : I got recommendation from my friend that this noodle is famous in Semarang. I order bakmie complete with meatball and dumpling. However, the taste is awful. The dumpling skin is big, make the bowl full. Soup tasteless. Noodle is less tasty and small portion. Perhaps the owner has migrate to be moslem, so he removes the original recipe ๐ท
Always follow my reviews, it's trusted...
ย ย ย Read more