Awalnya skeptis dengan kuliner ini, mengingat saat saya melihat penampakannya di google terlihat tidak begitu menarik dan berselera. Saat melihat penyajiannya yang terbilang cukup unik, terlintas mengingatkan saya dengan salah satu kuliner khas Surabaya yaitu Lontong Balap. Walaupun saya tidak terlalu menyukai lontong balap, namun mie kopyok ini merupakan salah satu kuliner khas Semarang yang membuat saya penasaran dengan rasanya. Untuk lokasi tempatnya sangat strategis, tepat diantara jalan menuju Tugu Muda Semarang dengan Kota Lama Semarang dan terbilang cukup dekat dari stasiun Poncol. Lahan parkirnya pun terbilang cukup terbatas untuk beberapa motor dan 2 hingga 3 mobil. Namun, tidak perlu khawatir apabila saat rush hour para pelanggan yang menggunakan mobil dapat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan (kondisi jalanan tidak begitu ramai, terlihat seperti jalanan komplek). Suasana tempat makannya cukup luas dan sederhana. Ketika datang, di pintu masuk kita dapat langsung melakukan pemesanan makanan. Menu yang ditawarkan tidak begitu variatif dan tentu saja saya hanya memesan menu legendarisnya yaitu mie kopyok. Karena pada awalnya saya skeptis dengan menu ini, akhirnya saya memutuskan untuk memesan setengah porsi mie kopyok dan segelas es teh manis. DAN diluar ekspetasi, ternyata rasa mie kopyoknya ENAK PAKE BANGET, berbeda sekali dengan rasa lontong balap legendaris yang pernah saya coba di Surabaya. Sepiring mie kopyok berisi mie telur, lontong, tahu pong goreng, tauge, taburan bawang goreng + seledri + kecap manis dan remahan kerupuk gendar renyah yang membuat rasanya menjadi lebih DEWA (maaf kalo saya terlalu lebay). Tekstur mienya kenyal, lontongnya juga lembut banget dan rasa tahu pongnya pun cukup gurih. Untuk kuahnya sendiri berwarna kecokelatan, tidak terlalu kental, terasa light, gurih dan tidak terlalu manis. Makanan ini sangat cocok dijadikan untuk menu sarapan. Namun, dari segi porsi yang disajikan tidak begitu banyak mengingat harganya yang terbilang cukup murah. Untuk pelayanannya sendiri lumayan oke kok, cepat, tanggap, sigap dan juga ramah. Repurchase? of course. Worth to buy and worth to try! Mie Kopyok Pak Dhuwur adalah salah satu kuliner khas Semarang yang wajib kamu cobain dan menjadi Kuliner Indonesia favorit saya setelah Rawon!!
Note: (Nah untuk dessertnya, kalian bisa mencicipi rujak buah yang lokasinya tepat didepan rumah makan ini. Variasi buahnya cukup banyak, rasanya fresh dan bumbu...
Read moreA very strangely delicious dish i have had the chance to encounter ... Garlic umami soup with noodles and the lot ??? I had 2 bowls of this exotic tasty noodles!!! When you go in no need to ask for the menu coz there is only 1 dish in the menu !!! Very practical indeed. In the space of waiting for my second bowl noticed the comical notes definitions on the table cloth ... Table mat is more like it though it made in PVC plastic sheets. Kudis to Teh Botol as seems like its a promotion material from Teh Botol Sosro ... Anyways this has got to be a compulsory stop when you are in Semarang. Be careful as the approach to Mie Kopyok Pak Dhuwur is blocked by overgrown trees. Almost missed it ... Did not realise i was there till i was almost in...
Read moreAnother humble place for authentic breakfast at Semarang. I came here around 9 a.m. and no long queue at that time. Of course I ordered their one and only menu Mie Kopyok. I rated 5 out of 5 for the dish! I love the noodle which was perfectly cooked because the texture was not too hard and not too soft. The broth was thick and a lil bit sweet, like the typical Javanese food. The tahu (tofu) was crispy and good. The krupuk gendar really made it more special and authentic (trust me you should order additional krupuk gendar because one is not enough hehe). The savory and sweet tastes were perfectly blended with great fragrant from the celery. All of the mixture of the tastes were humble and comforting, gonna miss this kind of food...
Read more