Tahun 2020 lalu, saya mencoba magic untuk pertama kalinya di kedai kopi ini dan sangat suka rasanya.
Sejak saat itu, saya selalu pesan magic setiap ketemu di kedai kopi yang saya kunjungi. Namun rasanya nggak kayak di sini. Saya ingat sekali rasa kopinya beneran strong dan pahit, rasa susu pun lebih dominan.
Berhubung kemarin saya butuh tempat WFC, saya akhirnya mampir ke sini lagi sesudah hampir 3 tahun.
Tempat duduknya masih sama dibanding kunjungan saya sebelumnya. Hanya saja kali ini ada pilihan cake yang lebih banyak.
Saya mencoba :
Magic (IDR 35k)
Saya kaget pas liat harganya. Udah hampir 3 tahun, harganya masih sama, dong.
Kopinya nggak sekuat dulu, namun sesuai namanya, rasanya memang kompleks.
Rasanya sedikit gurih, namun ada rasa pahit dari kopinya. Mungkin karena saya kurang paham kopi yang proper, saya lebih suka cita rasa yang dulu.
Moccha Nougat Cake (IDR 38k)
Kue yang satu ini cocok buat kalian yang kurang suka krim. Bolunya cukup moist, namun krimnya hampir tidak terasa.
Rasanya dominan kacang dan surprisingly ternyata enak juga. Entah kenapa, saya merasakan rasa mirip rhum di setiap gigitan.
After tastenya ada rasa getir khas alkohol. Saya sendiri malah suka sama kuenya biarpun biasanya saya suka krim kue.
Loose Leaf Tea, Small (IDR 38k)
Tehnya ada beberapa pilihan dan bisa refill 1x. Saya pesan yang pakai cacao dan beberap bahan lainnya.
Sayangnya, rasa beneran nggak enak. Setelah minum teh di sini, akhirnya saya paham teh nggak enak itu kayak gimana.
Saya nggak ngerti apakah temperatur airnya salah, atau cara penyajiannya salah (misalnya teh ditaruh di atas air panas). Saya sendiri nunggu beberapa menit, sesudah merasa tehnya aneh, baru saya coba press.
Tehnya sama sekali tidak ada aroma tehnya. Saya pernah minum teh sejenis. Biasanya artisan tea begini punya aroma yang khas tergantung komposisinya.
Yang ini, rasa tehnya pun aneh. Agak ada rasa minyak (?) gitu, mungkin karena salah satu bahannya pakai oil?
Saya nggak paham, yang jelas saya sangat tidak recommend beli teh ini. Lebih baik beli ice tea saja. Atau sesuai namanya, tempat ini memang spesialis kopi dan kopinya jauh lebih oke. . . Namun dari segi pelayanan memang termasuk cepat dan ramah. Salah satu kasir cowok...
Ā Ā Ā Read moreTechnically, coffeegasm was considered as one of recommended specialty coffee shop in Kelapa Gading area, especially inside MOI. They might not offered spacious room and pretty crowded, but we can still working here as they provided good Wifi and many electric plugs. All the baristas and might be owners were still young but had quite impressive services and skills. I tried hot classic cappuccino and manual brew using beans from pitutur coffee roasters. Cappuccino was good, not too strong, and a bit bubbly. Manual brew served with a glass of mineral water for palate cleansing. I also tried their pastry, almond croissant. It was very crispy that almost impossible to cut it neatly. Not overly sweet and a good pair for the...
Ā Ā Ā Read moreBeen quite a regular here. Most of the time i'd order manual brew. I know it takes time to brew. But this time, I am so disappointed with their service. I paid before the others. And guess what, they served first the 4 other tables that came after me. I am still okay if they served 1 or 2 tables after me. But 4? Well.. am speechless While waiting, I looked at the barista table, guess what? they brew my coffee after 15mins have passed (yeah I guess another customers orders are their priority..) In the beginning I wanted to enjoy it in the cafe but it was ruined by the long waiting time. Lessons learned. Just order americano or espresso. Please do not repeat this kind of...
Ā Ā Ā Read more