Kafe yang satu ini merupakan salah satu wishlist saya ketika masih hype. Saat itu, bahkan harus reservasi kalau mau dine in. Namun saat ini sudah tidak perlu reservasi lagi. Selain itu juga sudah tidak ada minimun order per pax.
Saya datang sekitar jam 4 sore dan tempatnya tidak ramai. Untuk seating area hanya di lantai 1, lantai 2 khusus untuk berfoto saja.
Dan, di lantai 1 agak gelap karena lampunya tidak menyala. Mungkin karena ingin menghemat listrik. Saya memahami hal ini, namun di 1 sisi, kalau mau foto kurang oke karena agak gelap.
Saat itu hanya ada satu waitress merangkap kasir sekaligus membersihkan ruangan. Sistem pemesanan tidak bisa menggunakan QR code di menu (meski bisa mengecek total harga, namun bisa melalui waitress.
Saya sendiri membeli voucher kolektif dari Pergi Kuliner. Padahal tertulis syarat penggunaan voucher dengan jelas termasuk tidak ada ketentuan harus memesan menu apa. Namun begitu saya ingin payment, katanya hanya bisa untuk menu ice coffee latte, sedangkan saya tidak memesan menu itu
Saya kaget, aturan yang aneh sekali. Saya lantas mengatakan akan menghubungi pihak aplikasi Pergi Kuliner dan sungguhan saya hubungi. Lal saya diinfokan dari pihak aplikasi kalau tidak harus pesan ice latte. Akhirnya baru waitressnya menginfokan saya bisa pakai voucher tanpa harus pesan ice coffee latte.
Aspek lainnya yang saya tidak suka, pembulatan ke atasnya besar sekali. Saya tidak pernah suka dengan kafe manapun yang roundingnya terlalu besar. Dan di kafe ini, pembulatan ke atas sebesar 700 rupiah!
Total tagihan saya sebesar Rp. 277.300, namun dibulatkan jadi Rp. 278.000. Saya menggunakan voucher sebesar Rp. 225.000 dan kelebihan sebesar Rp. 53.000 nya harus dibayarkan cash.
Benar-benar aneh, padahal di masa COVID bahkan ada beberapa tempat yang hanya menerima cashless.Apakah ini trik agar tidak diprotes karena pembulatan ke atasnya sebesar itu?
Saya mencoba :
1.Chicken Cordon Bleu with White Sauce (IDR 75k)
Seporsi berisi 4 potong chicken cordon bleu yang lumayan tebal. Ukurannya tidak besar, namun pas untuk 1 orang.
Tepungnya renyah, tidak alot dan tidak oily. Isian smoked beefnya gurih. Namun rasanya sangat mengecewakan.
Daging ayamnya kurang segar dan ada bagian yang warnanya agak kehitaman. Beberapa bagian dagingnya berbau amis. Saya tidak terbiasa menyisakan makanan, namun saya bahkan tidak sanggup menghabiskan. Akhirnya, saya bungkus untuk kucing saya di rumah.
Rasa white saucenya juga terlalu asin meski konsistensinya pas. Rasanya seperti saus yang terlalu banyak bubuk instannya.
Untungnya kentang gorengnya enak. renyah namun tidak alot.
Comic Boba Tea Cake (IDR 68k)
Kuenya cantik dan bahkan bisa share 2-3 orang. Bentuknya mirip boba tea dengan whipped cream dan astor. Di piring ada potongan popping boba.
Menurut saya rasanya masih oke dan termasuk murah dengan harga segini. Bolunya nggak super lembut, namun setidaknya nggak seret. Whipped creamnya membuat kuenya jadi lebih moist.
Di dalamnya ada krim moccha yang wangi fan gurih + manisnya pas. Menurut saya rasa kuenya oke namun bukan yang sangat enak. Saya merekomendasikan mencoba kue ini kalau mampir ke sini.
Pure Matcha Latte (IDR 45k)
Ini minuman pesanan saya dengan gula yang disajikan terpisah. Saya suka karena rasa green teanya cukup strong. Teksturnya juga nggak cair. . . Overall, dengan rasa, kualitas makanan serta harga dan pelayanan, rasanya cukup sekali saja berkunjung....
Read moreThe cake is not bad. The fries were average. The tea i ordered tasted soily but i guess they were meant to be good for health. The concept is very cute and many instagramable spots but too bad they didn't maintain the place very well. Its been only more than a year since their opening but the decors were pretty run down, even the tea cups were badly stained. You can't really see it in the photos thanks to the filters but in person the floors are pretty bad and there were ants at the corner near the window...guessing somebody spilled something and the staff didn't...
Read moreFor the first time, me and my friends were really interested in this cafe, the ambience was so pretty. We were the only customers at that time and we decided to take the 2nd floor. After taking orders, we all ordered drinks because we were still full and thought we would order later. The waiter waits for us awkwardly on the 2nd floor (like walking around our table). We can't chit-chat because of him. Finally, we leave the cafe without ordering the main course and we have no have...
Read more