Cukup kaget melihat review google ini ternyata banyak yang mengalami pengalaman buruk dengan pelayanannya.
Yang membuat kami benar2 kecewa adalah selama kami duduk. Semua waiter nya memperlakukan kami dengan SANGAT tidak sopan. Selama kami duduk di 'intai' terus menerus bergantian oleh waiter2nya. Kalau para waiter tidak mengerti apa itu hospitality, bagaimana cara memperlakukan tamu, lebih baik jangan dulu di biarkan bekerja. Karena kami order makan plus minum dan tidak satu. Untuk apa di intai ? Seolah seperti maling. Saya dan rekan2 merasa harga diri diinjak2.
Serta Terlalu banyak peraturan yang membuat saya sebagai tamu tidak nyaman. Seperti tidak bisa menggunakan pods, padahal merokok boleh, tidak masuk akal menurut saya, karena asap yang dihasilkan sama dengan rokok, justru lebih ramah karena tergolong tidak lebih mengganggu dari pada asap rokok, karena tidak berbau menyengat dan lebih cepat menghilang, (kalau vape saya mengerti karena asap yang dihasilkan jauh lebih pekat dan lebih lama menghilangnya), mohon untuk meninjau lagi kebijakannya, lebih 'open minded' dengan teknologi dan variasi yang sudah ada dipasar. Serta pengalaman yang paling tidak menyenangkan adalah awalnya kami datang 4 orang. Namun karena ada rekan yang datang menyusul, kemudian harus 'daftar ulang' di host. Bukankah menambah tamu akan menambah revenue ? Mengapa serumit ini? Sekali lagi mohon tinjauan ulang kebijakannya. Cara waiter menegur pun tanpa senyum atas nama kiara. Saya sebagai pihak yang sedang di entertain oleh partner saya, saya merasa sangat tidak nyaman seolah tidak cukup mampu untuk menyelesaikan bill.
Walaupun akhirnya waiter atas nama kiara melayani dengan senyum, tapi awal menegurnya tidak dengan senyum. Sangat sangat tidak nyaman.
Apakah ada kriteria tertentu untuk tamu2 yang datang? Harus menunjukan penampilan yang terlihat 'mampu' ? Kenapa ngga sekalian ada minimum charge nya per table ? Karna itu jauh lebih beradab. Dan menggambarkan management hw gunawarman lebih 'mengerti pasar' dan tau strategi penjualan yang baik.
Semoga jadi cerminan agar bisa memperbaiki diri. Tidak gila dengan fame tapi...
Read moreI recently visited HELENS in Jakarta and found the experience to be underwhelming. The Google times were inaccurate regarding how busy it would be; it was very empty, likely due to all the staff phones reporting. An Indonesian band was playing some okay music, and the decor was decent.
However, I was badgered for my name and phone number at the door, which I didn't want to give, so I ended up making one up. HELENS is conveniently located close to a few other places for music and drinks, which might make it worth another visit on a busier day.
The price for a pint of Heineken was 140,000 IDR, which seemed quite steep. Overall, not the best experience, but I'll consider giving it...
Read moreLive music was great! Love the wings, they accompany the drinks quite well. However, the service and the reservation system could be developed further. 5 days prior to coming to the place, tried to call the listed phone number dozen of times but was ignored. Tried via WhatsApp and they only replied once. Tried to show up 2 hours early and was already way down the line (almost 20). Finally took my group to the bar and ordered some drinks and wings. The wings didn't come for 1 hour and when we inquired the staffs they said that it was sent to the...
Read more