Ho Chi Minh City atau lebih sering disebut Saigon merupakan kota terbesar dan pusat bisnis di Vietnam. Kota ini menawarkan perpaduan antara sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan kota yang sangat hidup. Dari hiruk-pikuk jalanan hingga tempat-tempat bersejarah yang kaya akan cerita, ada banyak hal yang bisa dieksplorasi di sini.
Begitu tiba di Ho Chi Minh City, kesan pertama yang muncul adalah ramainya lalu lintas. Motor-motor melintas di mana-mana, kadang bikin bingung, tapi inilah salah satu pesona kota ini. Kamu bakal lihat ribuan motor berseliweran di setiap sudut kota. Meski terlihat chaos, penduduk lokal sudah terbiasa dan sangat terampil mengendarai kendaraan di tengah keramaian. Setelah terbiasa, melintasi jalan-jalan Saigon dengan motor atau sekadar menonton hiruk-pikuk lalu lintasnya bisa jadi pengalaman yang seru.
Saat berada di pusat kotanya, yaitu area City Hall Kota Ho Chi Minh, penataannya sangatlah rapi, berjejer pertokoan dan perhotelan dengan berbagai aktivitas kegiatan masyarakatnya. Kota ini juga kaya akan sejarah. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah War Remnants Museum. Museum ini menyajikan sejarah Perang Vietnam dengan berbagai pameran foto, peralatan militer, dan artefak yang menggambarkan realitas keras dari perang tersebut. Banyak pengunjung merasa museum ini memberikan pengalaman yang emosional, terutama saat melihat foto-foto yang sangat menggugah dan cerita dari korban perang. Ini adalah tempat yang membuatmu memahami betapa pentingnya perdamaian.
Selain itu, ada Independence Palace, juga dikenal sebagai Reunification Palace, yang menjadi simbol jatuhnya Saigon pada akhir Perang Vietnam. Desain bangunannya mencerminkan era kolonial Prancis dengan sentuhan arsitektur modern. Kamu bisa melihat berbagai ruangan di dalamnya yang tetap dipertahankan seperti aslinya, termasuk ruang kerja presiden, bunker bawah tanah, dan ruang rapat.
Nah, bagi kamu yang lebih suka wisata kuliner, Ho Chi Minh City adalah surganya. Jalan-jalan di sini dipenuhi dengan street food yang lezat dan murah. Coba saja pho (sup mie khas Vietnam), banh mi (sandwich khas Vietnam), atau segelas ca phe sua da (kopi Vietnam dengan susu kental). Rasanya autentik dan banyak yang bilang makanannya bikin ketagihan. Makanan di pinggir jalan sering kali justru lebih enak daripada di restoran mahal, jadi jangan ragu buat mencoba!
Kehidupan malam di Saigon juga patut dicoba. Salah satu tempat paling ramai adalah Bui Vien Street, yang dikenal sebagai pusatnya backpacker. Di sepanjang jalan ini, kamu bisa menemukan bar, klub, kafe, dan restoran yang penuh dengan pengunjung dari seluruh dunia. Suasananya sangat hidup, penuh dengan musik, lampu neon, dan tawa orang-orang yang bersenang-senang. Kalau kamu suka bersosialisasi dan menikmati suasana malam yang seru, ini adalah tempat yang tepat buat nongkrong.
Satu lagi hal menarik di Saigon adalah arsitektur kotanya. Kamu bisa lihat peninggalan kolonial Prancis yang masih berdiri megah, seperti Saigon Notre-Dame Basilica dan Central Post Office. Keduanya punya desain klasik yang mengesankan, dan sering jadi spot foto favorit. Jalan-jalan di sekitar bangunan ini memberi kesan seperti sedang berada di Eropa, dengan sentuhan khas Asia yang unik.
Untuk yang suka belanja, Ben Thanh Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai barang, mulai dari pakaian, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh khas Vietnam. Jangan lupa buat tawar-menawar, karena itu bagian dari keseruan belanja di pasar lokal. Selain barang-barang, ada juga banyak pedagang makanan yang menjual hidangan tradisional Vietnam. Ini tempat yang tepat buat berburu oleh-oleh sambil mencicipi...
Read moreAh, the Ho Chi Minh City People's Committee building, a true architectural gem nestled in the heart of Saigon. Picture this: it’s the early 20th century, and the French colonial rulers, with their flair for grandeur, erect the Hôtel de Ville de Saigon. Fast forward to the tumultuous '60s, this elegant edifice, with its intricate façade and majestic clock tower, becomes the backdrop for one of the most dramatic moments in Vietnam’s history.
In '63, right in front of this iconic building, a group of Buddhist monks staged a protest that shook the very core of the nation. Their peaceful demonstration against the government’s oppressive policies drew international attention, casting a spotlight on the plight of the Vietnamese people. This wasn’t just a protest; it was a catalyst for change, a moment that would echo through the annals of history.
Today, this building stands not only as a testament to French architectural prowess but also as a silent witness to the resilience & enduring spirit of the Vietnamese people.
It’s a place where the past and present collide, offering a profound reminder of the city’s rich, albeit tumultuous, heritage.
Quite the tale,...
Read moreBuilt for the then city of Saigon between 1902 and 1908 in French Colonial Style. Modelled on the City Hall in Paris the building was designed by French architect P. Gardes and was originally called Hotel de Ville de Saigon. France ruled Vietnam as a colony until it was defeated in the First Indochina War and the proclamation of Vietnam's Independence in 1954.
Since 1975, the building has been the headquarters of the Peoples Committee in Ho Chi Minh City and is not open to the public.It is probably the most iconic and most photographed building in Ho Chi Minh City and is particularly attractive at night when the area is well illuminated. When visiting you should also check out another fine example of French Colonial Architecturen the nearby Municipal Theatre of Ho Chi Minh City, also known as Saigon Opera House. If you found this review helpful please click on the Like...
Read more