This is a cafe. It is located inside PLN space in Gambir. The building is historical Colonial Government building. We came here because of this old building. The structure is massive, very sturdy, you will be in awe to be within such structure. It shows how good the colonial buildings' quality is. The decor is Batavia style.
When it comes about the drink, it is okay. Regarding the coffee, I cannot say because I am not a coffee fan. They serve some pastry, but I did not try it so I do not know about the taste. I ordered seafood bee hoon, and it does not taste good, though it is not horrible. The seafood I got was basically just ONE PINCH of chopped squids or fish balls. And that's it. Basically it almost like pure bee hoon and nothing else in it. So for food, NOT RECOMMENDED.
The building is huge but they do not have many seating spots. It attracts a lot of crowd, mostly intellectual types. Since they have many visitors, the baristas seem busy and running around. They did serve & polite enough.
I highly recommend you come here during...
Read moreDi sudut kota yang sibuk, di mana hiruk-pikuk Jakarta tak pernah surut, kami bertemu kembali, seolah waktu menyempit namun cerita tak pernah berhenti. Stroom Coffee, sebuah oasis di tengah keramaian, menyuguhkan irama piano yang mengalun lembut, memecah kesunyian hati yang terpendam. Suara melodi itu menari-nari di udara, mengundang kenangan manis yang terukir dalam ingatan, bagaikan aliran sungai yang mengalir lembut, membawa serta kisah-kisah yang tak terlupakan.
Kami bercengkrama, meniti nostalgia, seolah waktu terbentang lebar di hadapan kami. Di tempat yang unik ini, setiap sudutnya bercerita, menciptakan suasana intim yang menghangatkan jiwa. Dinding-dindingnya dihiasi karya seni yang menggugah imajinasi, sementara aroma kopi yang menggoda memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang sempurna untuk berbagi cerita. Di sini, bukan hanya tentang kopi yang mengalir deras, tetapi juga tentang tawa dan air mata yang menyatu dalam momen-momen berharga.
Di tengah obrolan kami, secangkir cappuccino yang disajikan dengan sempurna hadir di meja, buihnya membentuk hati yang manis, seolah menjadi lambang dari pertemuan kami. Kue-kue lezat yang menggoda, seperti red velvet dan brownies cokelat, menambah cita rasa pada pengalaman kami, menciptakan harmoni antara rasa dan kenangan. Setiap suapan adalah perjalanan rasa yang membawa kami kembali ke masa-masa indah yang pernah kami lalui bersama.
Namun, saat melihatnya pergi, melangkah menuju kota yang jauh, aku tersadar akan keterbatasan waktu yang tak terelakkan. Dalam sekejap, Stroom Coffee menjadi saksi bisu pertemuan kami, di mana piano mengiringi langkah-langkah perpisahan dengan nada-nada yang penuh harapan. Melodi itu seolah mengingatkan kami bahwa meskipun jarak memisahkan, kenangan indah akan selalu terpatri dalam hati, menunggu untuk diceritakan kembali di lain waktu.
Saat ia melangkah pergi, aku merasakan sebersit kesedihan, namun juga semangat baru. Dalam setiap detik yang berlalu, ada janji untuk kembali, untuk menciptakan cerita baru yang menanti di masa depan. Esok datang dengan harapan baru, dan meskipun kami terpisah oleh jarak, Stroom Coffee akan selalu menjadi tempat yang menghubungkan jiwa kami. Di sinilah kami menemukan makna dalam setiap pertemuan, dan di sinilah kisah kami akan terus bergulir, menanti untuk diungkapkan dalam setiap tegukan kopi dan melodi...
Read moreI had to experience Stroom Coffee, and it didn't disappoint! The building itself is a magnificent, well-maintained piece of history, instantly captivating. While the interior of the coffeeshop is cozy, the outdoor seating offers ample space to relax. The coffee was decent, but the truly standout element was the incredibly friendly and professional service. This unique building, nestled amidst the bustle in front of the train station, made for an intriguing backdrop for my meeting, which went splendidly, partly thanks to the captivating setting. It's a must-visit for its historical...
Read more