We had the privilege of attending the International Leprosy Congress 2025 at the Nusa Dua Convention Centre, and the experience exceeded all expectations. The venue is world-classâimmaculately maintained, spacious, and equipped with state-of-the-art facilities that supported a smooth and professional event from start to finish.
The layout of the centre is well-organized, making it easy to navigate between sessions, exhibition areas, and networking spaces. The audio-visual setup was flawless, ensuring that presentations and panel discussions ran without a hitch. The staff were exceptionally courteous and helpful, consistently attentive to the needs of both delegates and organizers.
Additionally, the location is simply breathtakingâjust a short walk to pristine beaches and surrounded by high-quality accommodations and dining options, making it an ideal destination for international delegates.
We highly recommend the Nusa Dua Convention Centre for any global conference or high-level event. It provides not just a venue, but an experience of professionalism,...
   Read moreâGer-Geranâ Dibalik Sosialisi TAX AMENSTY bersama Bapak Presiden RI (BNDCC NUSA DUA, Bali, Rabu, 07 Desember 2016)
Ini kali ke-3 saya ikut sosialisasi TAX AMENSTY. Yang pertama di Sector Bar Sanur (diselenggarakan oleh salah satu jasa âtradingâ), ke-dua di Kanwil DJP Renon, dan ini yang ke-3 bersama Presiden RI, Bapak Jokowi. Sosialisasi kali ini memang benar-benar luar biasa, karena Bapak presiden juga mengajak pembantu-pembantu beliau: Ibu Sri Muliani (MenKeu), Ibu Rini Sumarno (Menteri BUMN), Bapak Ken Dwijugiasteadi (Dirjen Pajak), Semua Direktur Bank (BUMN). Juga dihadiri Gubernur, Wali Kota & Bupati Se Bali.
Tidak seperti dalam sosialisasi sebelumnya, yang terkesan kaku dan tegang. Justru saat sosialisasi kemarin suasana âger-geranâ. Saya datang ke acara ini sengaja berbusana seperti ini menggunakan stelan âJas dan Dasiâ tidak memakai kemeja putih favorit sayaâ. Seorang peserta nyeletuk, âBapak Kerenâ, Bapak Presiden menjawab,âbaru tahu ya..?â spontan peserta tertawa. Beliau melanjutkan lagi, âatau pura-pura tidak tahu selama ini ?â, derai susulanpun tidak terhindarkan lagi. Tepuk tangan dan tawa juga tidak bisa bisa dibendung ketika Bapak Presiden memaparkan tentang target kunjungan dan kondisi pariwisata Indonesia. ââŚdan apabila realisasi target tidak tercapai, saya akan mencopot jabatan Menteri Pariwisataâ
Berkaitan dengan Pariwisata, guyonan Ibu Menteri Keuangan juga membuat peserta tertawa berderai, beliau berkata, âBali itu spesifik, dalam kondisi masyarakat dunia banyak yang stress, kondisi pariwisata di Bali tetap semarak. Mari kita doakan semoga masyarakat luar negeri banyak yang stres sehingga mereka banyak yang datang ke Indonesia (Bali) untuk liburan dan bersenang-senang.
Lain lagi Ibu Rini Sumarno, ketika menyuruh para Direktur Bank (BUMN) yang duduk di deretan kursi VIP berdiri lalu menghadap ke peserta. âBapak-Bapak ini yang akan membantu Anda para wajib pajak (ârepatriasiâ) di bank-bank mereka. Ingat ya Pak, kalau target tidak tercapai, Jas Bapak-Bapak akan saya copot.
Yang paling dahsyat âger-gerannyaâ ketika Bapak Ken Dwijugiasteadi tampil di mimbar. Lebih seru dibandingkan nonton Sule. Ketika menjawab pertanyaan dari salah satu WP (Cok Raka), beliau mendahului dengan âbridgingâ begini,âRaja Ubud ini sudah lama saya kenal, teman lama sejak SMA, tapi beliau masih SD. Pada sesi selanjutnya beliau menantang agar ada bule yang nanya (di Bali kan banyak bule), dan eh⌠ada bule yang angkat tangan. Sebelum bule bertanya, Pak Ken bilang begini, ânanti jawabnya oleh Ibu Sri Muliani ya, soalnya kan pake Bahasa Inggrisâ. Tapi ternyata Si Bule bertanya pakai bahasa Indonesia. âSaya dari Perancis, nama saya Ibu Napitupuluâ serentak peserta terpingkal-pingkal lagi.
Dan, yang membuat hati ini jadi âGE-ER (Gede Rasa) bukan âGer-Geranâ, ketika setelah selesai acara Beliau turun menyapa peserta. Mungkin nasib lagi mujur, beliau meluncur ke arah saya yang duduk di belakang. Seumur hidup tumben salaman langsung dengan...
   Read moreThe 22nd International Leprosy Congress started today. While Bali is gorgeous, Nusa Dua is beautiful, the conference hall is nice, the hospitality is terrible. The session started at 7.30 am. One beverage was served each. Lunch was packed food, without creating space for people to dine. This conference includes lots of people with disabilities, that was ignored. Next the most surprising part, no tea coffee was served in the evening, despite several several requests. This comes as a major surprise, because even the smallest countries, hotels provide evening tea/coffee. Coming from India, where coffee and tea is free flowing, services in this centre has been disappointing. Just 15 minutes ago, saw the service staff filling their bags with beverages, from the refrigerator kept...
   Read more